Sabtu, 04 Mei 2013

Impian terbesarku



Semenjak aku pindah dari Surabaya , aku tidak tahu harus berbuat apa untuk menghubunginya. Aku sangat merindukannya , tapi kondisiku yang hanya terbaring dan tak bisa berbuat apa-apa , memaksaku untuk menerima apa yang sedang dan akan terjadi. Aku coba bersabar menunggu kabar darinya tapi mustahillah kalau dia masih mengingatku.

               Angin meniup jendela kamar dengan kencang , Tiba-tiba telfon genggam dimeja berbunyi tanda adanya pesan masuk . ketika   dewi ingin mengambil telfon genggam itu , terdengar dari luar suara bunda mengetuk pintu dan berkata “Dewi sayang , ayo makan nak” gerakan dewi terhenti karena bunda memanggil untuk makan malam bersama , “Iya bun , dewi ganti baju dahulu” beranjaklah dewi menuju lemari baju dan mengganti pakaian sekolah yang dikenakannya saat jam sekolah berlangsung,
               Seusai berganti pakaian seolah tidak mampu menopang tubuhnya dewi langsung jatuh kelantai dan berkata “Bunda.. Bunda.. Bunda.. “ beberapa saat kemudian bunda dewi kembali mengetuk pintu kamar dewi “Dewi… ? Nak.. ?” tidak terdengar suara apapun dari dalam kamar dewi , karena kekhawatiran bunda dewi kepada anaknya dibukalah pintu kamar dewi. Seketika itu juga ibunda dewi terkejut dan langsung meminta bantuan kepada bi inah yang sedang melakukan aktivitas dan tepat berada didepan pintu kamar dewi.

               “Dewi kenapa buk ?” Tanya bi inah dengan terkejut. Tak menghiraukan pertanyaan yang diajukan bi inah langsung ibunda dewi menjawab “Kita bawa dewi ke rumah sakit bi…!” setelah beberapa jam menunggu dewi siuman , akhirnya wajah gembira saat melihat anaknya sudah sadarkan diri , ketika ibunda dewi menanyakan penyakit yang diderita dewi , ibunda dewi terkejut saat dokter menyebutkan nama penyakit dewi,
               Dokter memvonis bahwa dewi mengidap penyakit “Kanker Otak” ibunda dewi langsung tak sadarkan diri , lalu di bawa keruang perawatan , ketika sadar , ibunda dewi pergi menghampiri ruang dimana dewi dirawat . “Dewi….!! Sadar naaaak”
               Ibunda dewi sangat berharap agar anak semata wayangnya itu segera siuman..
3 minggu sudah berlalu.. namun kondisi dewi tidak berubah, dokter pun mengusulkan untuk dewi di rawat di rumah.. karna kemungkinan suasana rumah sakit bisa membuat kondisi dewi semakin parah.

                   Setibanya di rumah, dewi dirawat itensif oleh bi inah, perawat, dokter dan ibunda dewi.. “bundaaa.. ?” dengan nada yang sangat lemas, dewi memanggil bundanya.. bunda dewi terkejut saam mendengar suara tersebut.. “Apa sayang ?” dengan nada cemas ibunda dewi mengusap kepala dewi.. “ka rino bun.. kak rino..” walaupun kondisi dewi sangat mengenaskan.. dewi masih mengingat – ingat nama orang yang sangat dia sayangi.

                     Rino itu adalah seorang yang lebih tua dari dewi.. dan dewi memanggilnya dengan sebutan kak rino..  rino adalah mahasiswa univ Indonesia semester 6  fakultas kedokteran, orangnya baik, sopan dan berpendidikan.. itulah sebabnya dewi sangat mengaguminya..
                   Ketika mendengar bahwa dewi mengidap kanker otak  Rino terkejut dan berniat untuk menengok dewi tapi apa daya kondisi, jarak dan situasi tidak memungkinkannya untuk menengok keadaan dewi, 3 bulan berlalu kanker ganas yg sudah menghentikan 360o aktivitas dewi akhirnya dewi pun divonis umurnya hanya tinggal 3 minggu lagi  oleh dokter, ibunda dewi pun belum bisa menerima vonis dokter dan memaksa agar dewi terus di rawat intensif. Ketika pada akhirnya ajal pun menjumput dewi Rino al-fath akbar sangat menyesal mendengar kabar menyedihkan itu.. sebelum dewi meninggal setiap harinya ia menuliskan 1 impian besarnya untuk dapat bertemu dengan kak rino. Tapi apa daya saat itu kak rino tidak pernah mendengarkan apa permintaan dewi, sampai permintaan terakhirnyapun tak sanggup ia penuhi, penyesalan seumur hidup tentunya untuk rino. Selang beberapa hari dewi mengampiri mimpi rino dan berkata “Aku pengen kakak bahagia” ..

Rabu, 27 Maret 2013

Awal masuk SMA!



Awal masuk SMA!

*Bolak – balik depan kaca* “kira – kira gimana ya temen – temen gue nanti” dengan hati yang sangat senang karna dirinya sudah beranjak ke jejang pendidikan yang lebih tinggi (SMA) Aulia pun beranjak dari depan cermin yang sangat besar di kamarnya menuju meja makan, dari kejauhan ibundanya pun sudah terlihat sedang berdiri di samping meja makan. “mamaaah, aku udah cantik belooom?” dengan lancang tangannya menyambar roti bakar hangat di atas meja makan. 
Mamahnya pun menjawab dengan nada tertawa “Sudah, anak mamah tiap hari cantik kok” sambil membenahi rambut Aulia. Beberapa menit kemudian aulia selesai sarapan. “mamah aku berangkat ya” mencium pipi kanan dan kiri mamahnya “hati – hati ya sayang” jawab mamahnya tersenyum. karena baru semester 1, murid baru tidak ada yang boleh menggunakan kendaraan pribadi. Maka dari itu Aulia hanya di antar oleh supir dirumahnya sampai kesekolah barunya. Ketika sampai di sekolah barunya Aulia pun tercengang perasaannya pun campur aduk.
Lalu dia mengepalkan tangannya dan mengayunkannya kearah dagu dan berkata “mulai sekarang aku anak sma” 
Aulia pun mulai melangkahkan kakinya melewati pintu gerbang besar yang ada di hadapannya dengan ragu – ragu 
ia berjalan mengitari semua ruangan di sekolah tersebut. Dan tanpa di sadarinya ada yang sedang memerhatikan tingkahnya. Namanya
Putri dia ketua osis di sekolah tersebut. 
Putri pun mendekati aulia, langkah aulia pun terhenti karna kehadiran putri di hadapannya, sejenak aulia tersentak kaget, 
karna orang yang sedang berdiri di hadapannya menatapnya dengan tatapan tajam. 
Dengan nada sedikit takut – takut malu ia bertanya  kepada sosok perempuan berkacamata
Aulia : ka mau tanya, kelas untuk siswa baru dimana ya?
Putri : ohh.. yauda sini ikut saya....
*diantarnya Aulia ke aula SMA untuk mengikuti Masa Bimbingan Siswa*
Putri : nanti kalo udah nyampe aula, kamu duduk di kursi yg masih kosong, dan ga usah pilih-pilih
Aulia : ekhm,, iya ka..
*sesampainya di ruangan aula... Semua terdiam*
Putri : Kamu duduk disana aja..
Aulia : Iya ka..

(Ruangan hening sejenak ketika ketua osis tiba..)
Dengan nada sedikit sedikit keras, putri menyampaikan kalimat sambutan dan penghargaan bagi seluruh siswa/i yang telah atau dapat bersekolah di SMA tersebut, Selama MOS berlangsung Aulia merasakan apa yang belum pernah ia rasakan, mengalami apa yang belum pernah ia alami dan banyak hal yang ia pelajari dari masa bimbingan siswa... sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa, menghantarkan siswa/i kedepan pintu ruangan belajar (hehe ngawur dikit) Dan MOS pun akhirnya selesai, decak kagum siswa/i baru SMA pun berbahagia saat spanduk berikatkan balon udara di terbangkan keudara
hari terakhir MOS itupun seluruh siswa/i di pulangkan, agar mempersiapkan alat tulis buku DLL untuk menghadapi hari esok yg berbeda.. Aulia yang saat itu sedang berjalan sendirian karena beru saja ke kantin sekolah untuk mengganjal perutnya, si sapa oleh salah satu murid baru
Ramdhani : wey!!!
Aulia pun melengos kearah suara dan, jreng jreng apa yang dia lihat.. gasp... sesek nafas.. mimisan dll.. 
di dalam hati Aulia pun terbesit “mimpi apa gue semalem T^T”  Ramdhani yang biasa di panggil dhani duduk di kelas XI’Science’5 memang anak yang pintar, supel, gaul dan ketampanannya tiada tanding
di SMA tersebut..
dengan nada malu – malu biawak, Aulia menjawab “ada apa kak? “
Dhani : Buku lu? Sambil menunjukan buku milik Aulia yg tertinggal saat Aulia makan di kantin tadi
Aulia : oh iya ka makash ya ka udah mau balikin buku Aulia.. Aulia ampir aja ninggalin buku ini sekali lagi makasih ya ka.. bwt kakak kelas apa?
Dhani : “.... Sebelas sains lima” dalam hati dhani berkata “Nafas neng”
tak sadar sepenglihatan Aulia ia melambaikan tangan seperginya Dhani dari dekat tempatnya berdiri..
esok harinya KBMpun di mulai dengan tertib dan Aulia menjalani kehidupan sekolah barunya..
 Sampai sini ada pertanyaan? >__<
besok lagi yaaaa ;;) Gudnite


Senin, 25 Maret 2013

Sedikit dari Hobyku

Hokage Tea Time
Akiyama Mio
Pemalu, Penakut, lemah lembut, DLL
Bassist

Ritsu Tainaka
Ceria, Lucu ga mau diem kayak Yui >___<
Drummer

Kotobuki Tsimugi
Kalem, anak orang kaya lemah lembut kayak Mio
Pianist

Hirasawa Yui
Yeaaaaahhhh! That's I LOVEEE!!! Yui-Chan
Ceria, selalu bersemangat, meski banyak malesnya >__<
Gitaris

Asuza Nakano
Lucu, kalem Dll
Gitaris

Itu hanya sebagian kecil dari hobyku, hoby sih banyak tapi ga semuanya harus di terangin satu2 kan? :D
udah terlalu malaaammm..
NITE YAAA..